Dampak Buruk Salah Memilih Niche Blog

Apa dampak salah memilih niche blog? Kesalahan menetapkan topik yang akan dibahas dalam blog kata para blogger berpengalaman akan berakibat kurang baik. Dan saya sudah membuktikan sendiri

Contohnya adalah blog punya Om Toni ini. Nekad memilih niche yang membahas dunia blogging, internet marketing dan teknologi informasi meskipun belum menguasai materi tersebut secara mendalam. Dan inilah dampak buruk dari kesalahan saya dalam menentukan niche blog tersebut
belajar dari pengalaman mengurus blog dengan topik tidak dikuasai

1. Bingung mau menulis apa

Dari awal saya tahu bahwa kemampuan dan pengetahuan tentang dunia blogging saya memang masih cetek. Saya nekad menjadikannya sebagai topik utama karena memegang teguh prinsip: “Menulis adalah cara untuk melawan lupa dari apa yang kita pelajari”

Tapi tetap saja jadi bingung, apa yang mau ditulis?

Sebenarnya ada cara untuk memperbaiki efek negatif dari salah menentukan niche blog ini. Diantaranya yaitu:
  1. Belajar dari blog-blog dengan niche serupa. Kita bisa melihat menu apa saja yang diangkat dalam tulisan tersebut. Ini akan memunculkan ide di kepala kita. Catat ide-ide menarik tersebut sebagai draft untuk memudahkan kita meng-eksplore-nya nanti
  2. Mencari banyak sumber literasi sebagai rujukan dalam membuat artikel. Sebatas literasi loh ya, bukan copas. Dari sini kita bisa membahas tema yang sama tapi dari sudut pandang beda (unique content)
  3. Kalau memang masih kesulitan membuat konten unik, kita bisa menerapkan teknik rewrite (hanya merubah gaya bahasa saja biar tidak terdeteksi sebagai copas oleh Google)
  4. Alternatif paling mudah adalah copas mentah-mentah. Tapi trik ini tidak dianjurkan dan tidak ada gunanya. Justru akan merugikan diri sendiri karena kamu akan dikenal sebagai copasser, bukan blogger

Teorinya sih begitu. Tapi prakteknya tidak semudah itu. Hanya dengan berusaha mencintai, semangat dan berusaha belajarlah kita bisa memecahkan problem tersebut. Hal yang sampai saat ini belum mampu saya lakukan

2. Jarang posting

Blog yang bagus itu idealnya sih sehari sekali update artikel. Minimal seminggu sekalilah. Tapi karena berkutat dengan kebingungan, dampak buruk selanjutnya adalah jadi jarang posting.

Padahal salah satu faktor penentu peringkat serp di mesin pencari (Google) adalah konsistensi dan jumlah posting. Makin banyak artikel berkualitas yang diposting, makin sering pula robot meng-crawl blog kita. Akhirnya, makin mudah pula memenangkan keyword masuk di page one Google

Tapi ini lebih baik daripada sehari 3x update artikel hasil ngopas. Yang ada blog kita akan dihapus (kalau pakai blogspot) atau kena deindex (jika pakai self hosting atau platform diluar blogger)

3. Traffic tidak beranjak naik

Susah mendapatkan traffic kunjungan adalah konsekwensi logis dari blog dengan jumlah artikel sedikit. Ya iyalah, bagaimana traffic bisa naik kalau postingannya hanya ada 2 biji?

Sebagus dan semenarik apapun tulisan kita, sebentar saja sudah habis dibaca karena tidak ada lagi stock bacaan yang tersdia (itupun kalau ada yang baca!)

Itu tadi sedikit dampak buruk jika kita salah dalam memilih niche blog. Lalu solusinya bagaimana? Terserah, mau diteruskan dengan konsekwensi mau terus berusaha, dijadikan blog gado-gado, ditutup atau dibiarkan begitu saja dan bikin blog baru dengan niche baru yang tepat

Kalau saya pribadi sih dibiarkan dulu. Pelan-pelan belajar untuk mengisinya dengan konten orisinil. Khusus omtoni.com ini sayang kalau ditutup karena sudah custom domain langsung 2 tahun. Anggap saja sebagai blog dummy untuk mendukung blog utama saya hehehe...

Kesimpulan:

Kesalahan yang sering dilakukan para blogger pemula (termasuk saya) adalah dalam memilih blog. Kesalahan awal memulai ngeblog ini akan berakibat buruk secara berantai yaitu:
Tidak menguasai materi -> bingung mau menulis apa -> jarang update -> tak mampu bersaing di serp -> visitor sepi -> tambah malas
Ket: tanda (->) dibaca berdampak

Sekedar saran sih, pikir dulu sebelum memilih niche blog. Jangan karena tergiur niche tertentu lebih populer, dicari banyak orang, lebih menghasilkan banyak uang jika dipasangi iklan adsense dan serba kata orang lainnya kita membuat kita terjebak.

Disarankan buatlah blog sesuai dengan hal-hal yang kita sukai dan kuasai saja biar enak. Artinya kita tidak akan kehabisan ide tulisan. Mampu menjelaskan secara detail dan bisa menjawab jika ada pengunjung yang bertanya. Sebaik-baiknya niche blog adalah yang kita cukai dan kuasai luar dalam. Kecuali Anda mampu cepat belajar


Maaf, anggap saja om ini lagi curhat tentang pengalaman buruk saat ngeblog. Bukan kasih tips tutorial tentang cara mengatasi masalah terlanjur salah memilih niche blog. Toh buktinya untuk blog ini belum mampu menerapkan teknik secara benar. Tapi setidaknya saya sudah membuktikan kebenarannya di blog utama saya yang mengupas soal bisnis (bidang yang saya geluti sehari-hari). Happy blogging

1 komentar:

avatar

Terima kasih infonya, sangat bermanfaat
informasi bagus

Click to comment