Resiko Jualan di Wall FB Teman

etika bisnis online di sosial media
contoh numpang lapak di kronologi linimasa teman
Hai, pebisnis online. Pernahkah kamu titip lapak jualan di wall FB teman? Apa resiko / dampaknya? Apakah efektif untuk menjaring pelanggan? Atau sebaliknya, kamu malah diblokir dan dia tiba-tiba meng-unfriend tanpa penjelasan?

Menandai / men-tag teman di postingan foto status memang merupakan fitur dari facebook yang sering dimanfaatkan untuk mempromosikan produk barang maupun jasa. Caranya juga sangat mudah. Kita tinggal upload foto berisi produk tertentu lalu menandainya dengan puluhan nama-nama teman online. Maka dalam waktu singkat barang dagangan kita akan dilihat oleh banyak pengguna. Yaitu teman yang namanya kita catut serta teman-teman yang mengikuti mereka juga akan melihatnya

Bayangkan jika 1 orang memiliki ratusan bahkan ribuan pengikut. Barang jualan kita bisa ratusan kali tampil di beranda facebook ribuan orang pula. Trik promosi en menjual di sosial media yang sekilas tampak mudah, cepat serta gratis! Benarkah demikian?

Beberapa rekan pebisnis online menyatakan cara ini lumayan efektif. Dengan catatan: Tidak asal mencatut nama orang sembarangan sesekali waktu saja. Karena jika terlalu sering membombardir dinding kronologi kenalan dumay kita dengan konten iklan terselubung, efeknya tidak bagus buat bisnis online kita. Apa saja resikonya? Berikut sedikit gambaran dampak dan resiko jualan di wall FB teman

1. Mengganggu

Tanpa penjelasan detailpun sebenarnya kita bisa mengira-ngira, bagaimana perasaan kita jika kronologi kita penuh sesak dengan barang dagangan orang lain? Sedang kita tidak merasa pernah menjual apapun dan tidak mendapatkan keuntungan apapun

Mengganggu! Itulah kira-kira yang akan dirasakan oleh teman yang kamu tag. Apalagi jika produk tersebut menampilkan gambar kurang etis seperti pose wanita berpakaian minim, obat untuk pria dewasa dan sejenisnya. Bisa membuat risih kan?

Mungkin tidak semuanya seperti itu. Tapi sebagai sahabat yang baik, cobalah menjaga perasaan mereka. Ibarat bertamu, alangkah eloknya jika kita juga menjaga "kebersihan" halaman mereka dengan idak menempelkan reklame berlebihan di sana. Tidak etis kan?

Contoh men-tag seperti gambar di atas masih terbilang sopan. Di situ si pelapak menulis; "mohon izin lapaknya boss... kalau kuang berkenan silahkan hapus tanda. Terima kasih." Tapi bagi sebagian orang tetap saja mengganggu. Harusnya, sebelum diposting tanya dulu via telepon, sms atau inbox... diizinkan tidaknya. Bukan minta izin barengan sama postingannya. Itu sama saja dengan kita pasang baliho duluan di pekarangan rumah orang baru minta izin kemudian

2. Kehilangan Teman

Kebanyakan teman yang tidak suka namanya ditandai dalam kiriman "bersponsor" hanya akan menghapus tanda atau menyembunyikan posting tersebut dari kronologi mereka tanpa banyak kata. Sebagian mungkin akan menegur secara halus di kolom komentar atau inbox. Tapi jika kamu terus melakukannya, bukan tidak mungkin kamu akan di blokir atau di-unfriend

Bagi yang cuek sih tidak masalah. bodo amat diputuskan tali persahabatan, toh masih banyak teman yang lain! Ouw... jika pola pikir seperti itu tidak segera dihilangkan, niscaya tidak ada lagi yang mau berteman dengan kita

Ingat, hidup di dunia ini bukan soal bisnis semata. Lagipula, bisnis online juga ada etikanya. Biarpun terlihat sepele, mencatut nama orang lain tanpa persetujuan dari yang bersangkutan itu termasuk tindakan tidak menyenangkan merugikan pihak lain walau kerugiannya bukan dalam bentuk materi / uang. Hal inilah yang kurang dimengerti para pedagang di facebook

3. Akun Dibanned Facebook

Resiko kena banned facebook bisa terjadi jika akun kamu sering dilaporkan sebagai spammer gara-gara membabi buta men-tag nama teman kamu. Dalam pedoman standar komunitas Facebook, tindakan spam bisa mengakibatkan akun kita kena banned! Dan menandai nama orang lain yang tidak diinginkan dianggap sebagai spam

Apalagi setelah ditinjau pihak pesbuk ternyata konten yang dilaporkan sebagai spam tersebut berisi jualan produk. Sudah tahu kan kalau sebenarnya kita tidak boleh menggunakan akun pertemanan pribadi buat jualan? Baik itu barang yang kamu jual merupakan produk legal seperti baju, sepatu, tas, dompet, acessoris, HP, Gadged, perhiasan, kosmetik / alat make up, produk keuangan, makanan, MLM, asuransi, investasi, jasa, kerjasama reseller dll. Apalagi produk illegal seperti obat non BPOM, senjata, minuman keras, bisnis selang-(kangan) dan sejenisnya, jelas tidak boleh! Kan sudah disediakan fitur khusus untuk urusan promosi dan bisnis yaitu halaman fanpage.

Cara paling aman buat promosi di Facebook ya buatlah fanpage lalu undang teman untuk menyukai dan mengikutinya. Atau memasarkannya di grup jual beli, promosi, komunitas pengusaha online serta grup-grup FB yang mengizinkan membernya untuk jualan. Ada banyak grup yang bisa kita jadikan ajang menjaring pelanggan di FB kok.

Kalau mau dagangannya laris manis ya pasang iklan di FB Ads dengan target pemirsa spesifik sesuai keinginan kamu. Bayar sih... Tapi namanya berbisnis kalau pelit keluar modal ya susah cepat menanjaknya. Pilih mana: Gratisan tapi lama dapat untungnya atau mengeluarkan biaya tapi perputaran modalnya lebih cepat?

Kesimpulan

Dari bahasan singkat di atas dapat disimpulkan bahwa:

  • Menandai teman atau jualan di wall FB orang lain itu bisa mengganggu
  • Menggunakan akun FB pribadi untuk berjualan itu sebenarnya tidak diperbolehkan
  • Tindakan spam beresiko akun dinonaktifkan / dibanned oleh Facebook
  • Cara paling aman promosi di FB adalah lewat halaman fanpage atau buka lapak di grup / komunitas jual beli

Demikian artikel singkat terkait masalah digital marketing / bisnis online berjudul: "Resiko dan Dampak Buruk Jualan di Wall FB teman". Semoga memberi inspirasi. Maaf, bikannya Om Toni sok pintar. Hanya bermaksud berbagi info demi kebaikan saja. Tolong jangan ada yang merasa tersinggung jika tidak sependapat. Semoga sukses selalu buat Anda semua. Salam entrepreneur!!

Click to comment