Untung Rugi Membeli Followers

resiko beli subscriber youtube
Untung rugi beli followers - Bagi pebisnis online, memiliki banyak, pengikut, subscriber atau apapun istilahnya di akun / fanpage sosial media merupakan salah saru senjata andalan.Terutama yang fokus pada sosial media marketing. Efek viral dari konten marketing yang diunggah akan mempercepat produk yang ditawarkan. Baik itu berupa barang maupun jasa kemungkinan laku dibeli orang menjadi lebih besar.

Itu sebabnya banyak yang menggunakan berbagai cara agar jumlah followernya membludak. Salah satu cara mendapatkan ribuan likes dan follower di twitter, instagram, facebook, youtube dll dalam waktu singkat adalah dengan membeli

Banyak jasa jual beli followers yang menawarkan harga murah. Hanya dengan membayar uang 10 US dollar / setara 130 ribu rupiah, akun sosmed Anda akan difollow ribuan orang dalam waktu kurang dari sehari. Bayangkan jika Anda memakai cara konvensional, berharap diikuti pengguna sosmed secara suka rela. Setahunpun belum tentu punya 1.000 follower.

Saya sudah membuktikan sendiri. Akun twitter saya sejak 2014 sampai sekarang hanya di-follow300-an users saja. Maklum, saya jarang nge-tweet. Begitu pula dengan halaman fanpage facebook. Apalagi instagram, saya malah belum punya akun di sana. Itu karena jalur strategi marketing saya beda. Dengan berbagai pertimbangan, saya lebih mengandalkan google untuk menjaring pelanggan dibanding sosial media. Alasannya lain kali akan kita bahas bersama

Bagi yang ngebet punya bejibun followers dan ingin beli, silahkan baca dulu untung ruginya berikut ini. Kita mulai dari keuntungannya dulu ya

Keuntungan Beli Followers

1. Hemat waktu hemat biaya

Seperti sudah diulas sekilas di atas, keuntungan beli follower yang pertama adalah lebih cepat mendapatkannya dengan biaya relatif murah. Kita bisa pilih paket menyesuaikan budget. Sebagai gambaran, ada penyedia jasa yang menawarkan harga 100 ribu rupiah perseribu follower. Biaya itu setara dengan harga 5 mangkuk bakso. Makin banyak jumlahnya tentu makin besar kocek yang harus kamu rogoh

Dari segi waktu juga lebih cepat. Dalam hitungan jam, tahu-tahu sudah ada ratusan pengikut yang masuk. Dalam kondisi normal, itu merupakan hil yang mustahal. Kecuali kamu orang terkenal semisal artis atau tokoh kenamaan, beda lagi ceritanya. Bener nggak?

2. Menaikkan prestise nama brand

Salah satu karakteristik sebagian besar orang Indonesia adalah suka latah. Suka pada sesuatu yang terlihat ramai. Contoh dalam ranah offline, kita akan cenderung mampir ke rumah makan yang terlihat ramai dibanding rumah makan yang sepi pengunjung bukan? Dalam benak kita akan berpikir bahwa tempat makan yang ramai pasti lebih enak dibanding yang sepi. Iya apa tidak?

Begitu juga di dunia online. Fanpage / akun jualan yang banyak followernya akan terlihat lebih menarik untuk diikuti. Orang akan berpikir produk yang ditawarkan juga bagus

Jadi bisa disimpulkan (lebih tepatnya diasumsikan) bahwa membeli follower akan menaikkan prestise nama brand yang kita jual. Tujuannya untuk memancing orang lain juga memfollow kita. Masuk akal?

3. Membuat lebih semangat

Dengan melihat statistik jumlah follower yang kita punya ratusan ribu, secara psikologis memberi tambahan semangat untuk membuat konten-konten menarik. Baik berupa foto produk disertai caption yang menggugah minat beli konsumen

Walaupun kita sadar bahwa follower dari hasil beli sebagian besar mungkin bukan manusia sungguhan melainkan bot (mesin), tapi efek merasa percaya diri tetap ada. Apalagi jika ternyata semuanya memang real human. Tambah termotivasi dalam menjalankan bisnis online kita ka?

Kerugian Beli Follower

Setelah tahu keuntungan atau dampak positifnya, mari kita lihat dari sudut pandang sebaliknya. Apa sih kerugian membeli follower?

1. Kemungkinan follower tersebut hanya BOT

Saya tidak berani bilang bahwa semua follower dari hasil beli itu 100% BOT. Yaitu sejenis akun palsu yang dibuat menggunakan software atau mesin. Bisa saja itu orang beneran yang akunnya sengaja diarahkan oleh software khusus untuk memfollow orang lain tanpa sepengetahuan si pemilik akun.

Sebab berdasar pengamatan, saya menemukan beberapa nama tidak dikenal telah saya follow. Padahal saya tidak pernah merasa memfollow akun tersebut. Seingat saya sebulan lalu saya mengikuti 500 orang. Lama tidak login, tahu-tahu bertambah jadi 521 orang. Aneh kan?

Maaf, bukan menuduh siapapun. Saya juga tidak tahu pasti apakah ini kerjaan hacker yang punya bisnis jasa jual follower atau saya yang lupa. Hanya mengeluarkan uneg-uneg saja.

Apakah ada diantara teman-teman pembaca yang memperhatikannya dan punya pengalaman yang sama? Atau coba sekarang cek kamu memfollow berapa orang dan tunggu beberapa minggu apakah orang yang kamu follow bertambah dengan sendirinya atau tidak. Kalau tidak, berarti saya yang salah

Tapi beberapa ahli internet marketing mengatakan bahwa hampir 90% follower yang kita dapat dari membeli bukanlah manusia sungguhan. Mereka juga menyarankan untuk tidak beli follower. Karena percuma juga punya segudang pengikut tapi tidak aktif. Boro-boro beli produk jualan kita. Meng-like, share atau komen saja tidak pernah!

2. Akun beresiko kena banned

Ini juga masih jadi kontroversi. Benarkah akun facebook, twitter, instagram, linkedin, G+ dll bisa dibanned / kena suspend gara-gara beli followers? Untuk mengecek kebenarannya, saya coba mencari tahu di google dengan kata kunci: “akun sosial media saya ditangguhkan karena membeli follower”

Hasilnya seperti dalam gambar screenshot di bawah ini. Maaf, setelah saya baca beberapa blog, terpaksa saya bilang belum menemukan bukti “korban” kebijakan ini. Penyebab akun kena suspended kebanyakan karena kontennya berbau pirno, sara dan dianggap meresahkan masyarakat
benarkah akun bisa kena suspended jika beli followers?

Jadi saya tidak berani menarik kesimpulan apakah hal itu benar atau tidak. Tapi secara logika, kemungkinan itu bisa saja terjadi jika pihak sosmed bersangkutan menemukan aktifitas tidak wajar pada akun kita.
Baca juga: Resiko meng-tag teman untuk jualan di Facebook
Untuk mengurangi resiko, ya dipikir-pikir dulu apa untung ruginya. Sebab jika ternyata memang iya, kita rugi besar! Susah payah membangun akun untuk kepentingan bisnis, eh... tahu-tahu dihapus oleh pihak media sosial begitu saja. Perih coy!

Kesimpulannya: Beli follower itu untung atau rugi?

Dari uraian diatas kamu bisa tarik kesimpulan sendiri untung rugi, baik buruk, positif negatif, kelebihan kekurangan dari membeli followers / subscriber. Dalam hal ini saya ada dipihak netral saja. Tidak menganjurkan juga tidak antipati. Itu hak pribadi masing-masing. Tapi kalau diizinkan, perkenankan saya urun pendapat:

  • Silahkan beli followers jika merasa itu mampu menaikkan brand imej kita di mata pengguna sosial media dan membuat kita lebih pede untuk terus berkreasi memposting konten berkualitas sehingga followers kita bertambah secara alamiah.
  • Jangan beli followers jika takut kena suspend. Terutama yang main adsense youtube, hati-hati kalau mau beli subscriber karena pihak youtube punya aturan ketat terhadap chanel yang dimonitize

Kesimpulan akhirnya: Terserah mau beli atau menggunakan cara lain untuk meningkatkan jumlah followers Anda. Yang jelas, jika memang fokus terjun di dunia social media marketing, apapun caranya, sebaiknya tingkatkan pengikut Anda!!

Kalau saya pribadi sih fokusnya di SEO, jadi belum perlu beli yang gitu-gituan. Entah esok atau lusa. Jalan pikiran tiap individu kan sifatnya dinamis, bisa berubah sewaktu-waktu. Apalagi saya tipe orang yang suka berubah pikiran alias plin-plan. Jangan ditiru ya hahaha

Semoga uraian tadi bermanfaat menambah wawasan kita terkait masalah keuntungan dan kerugian membeli followers Instagram - Twitter, beli like di facebook maupun membeli subscriber di youtube.. Bagi teman-teman, mas, mbak, adek, kakak dan keponakan yang punya bisnis jualan online di sosial media mudah-mudahan dilapangkan jalannya dalam meraih sukses. Percayalah, niat baik dan usaha keras tidak akan pernah sia-sia. Wassalam...

Click to comment